Jakarta – Senjamedia, Warga negara asing ( WNA ) Perempuan marah-marah akibat suara speaker tadarusan di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sekitar pukul 00.30 Wita, warga mendatangi vila tersebut untuk mengambil ponsel yang dimiliki oleh wanita warga negara asing tersebut. Namun situasi kembali memanas akibat sikap bule yang arogan dan anarkis.
Bahkan wanita negara asing tersebut membawa sebuah parang untuk mengancam warga dengan mengejar beberapa warga yang berusaha memberhentikan tindakannya. Ia memasuki mushala untuk merusak mikrofon yang digunakan untuk tadarusan.

Keesokan harinya, Kamis (19/2), perempuan tersebut mendatangi kantor polisi di wilayah Gili Trawangan. Ia menyerahkan ponsel milik warga, tetapi menolak menyerahkan satu parang yang masih dibawanya.
Hingga kini belum ada klarifikasi yang diberikan oleh polres NTB maupun wanita warga negara asing tersebut akibat tindakan yang anarkis serta membahayakan warga sekitar.
