SEKELUMIT KISAH SUKSES ANAK CUCU TRANSMIGRAN LOMBOK

Catatan HAS513 Views

Waktu bertugas ke Makassar kemaren, diluar rencana saya bertemu semeton Mahrif – sekjen ASLI dari Tandek didampingi semeton Mayor Yusuf Anggota TNI dari Praya dan semeton Abdul Gani Ishak namanya.

Nama lengkapnya H. Abdul Ghani Ishak S.Hum. SPd, MPd. Alumni UIN Alaudin Makassar dan UNM Makassar. Pernah menjadi dosen di 5 lembaga pendidikan. Kini juga bekerja ke Saudi Arabia menangani haji dan umroh melalui Naba Tour kurang lebih sudah 11 tahun. Di Naba Tour ustaz ini salah satu dari 5 pemegang sahamnya.

Di Makassar Ustaz Abdul Gani dikenal sebagai ustaz abgan. Selain sebagai imam masjid, ustaz milenial ini juga rajin ceramah mengisi berbagai acara.

Ustaz Abgan, alumni pondok pesantren NW di Palopo. Alhamdulillah penghafal Alqur’an. 4 saudaranya yg laki2 yaitu ustaz Muhammad Nasir Ishak, Ustaz Muhammad Junaidi Ishaq, Ahmad Rizaldi Ishak dan Abdul Azis Ishak semuanya penghafal Al Qur’an.

Saya kian senang dialog dengan ustaz Abgan karena ngakunya dari puyung. Saya tinjot, looo sama darinya. Saya puyung juga. Side puyung papah embe ?

Tyang anak bapak Ishaq – ibu Siti Maryam asli Puyung. Papuk tyang Papuk Supar, papuk milati didepan lapangan puyung. Bekeluarge kance Bapak Nurman dll nike Bun Ceman Puyung, katanya. Saya manggut2 sambil dalam hati bersyukur dan bangga melihat semeton jari saya sukses dirantauan.

Ustaz Abgan cukup lancar ceritakan semeton jarinya yang ada di puyung. Padahal dia baru sekali belombok. Itupun dulu waktu pulang besunat sebelum masuk SD.

Ustaz Abgan Lahir di daerah Rawamangun Luwu Utara Sulsel. Tahun 1973 keluarganya berangkat transmigrasi ke luwu. Ustaz Abgan sekeluarga masih fasih berbahasa sasaq. Dilokasi trans, batur2 niki tetap kadu base sasaq mik katanya.

Baca Juga:  Fatwa dan Dunia yang Tengah Berubah  

Ustaz Abgan, sdh berkeluarga. Isterinya Afifah Safira Ramadhani dari Magelang. Punya 4 orang anak. Lebaran kemaren sesungguhnya tyang ingin pulang. Tapi sayang ada kendala pekerjaan yg tidak bisa ditinggalkan. Katanya, sambil seruput saraba dan pisang epek (maaf ini tidak porno), diterpa anging Mamiri Pantai Losari.

Ustaz Abgan dan anak cucu generasi ketiga dan keempat transmigran asal lombok, tersebar di berbagai daerah di luwu, palopo, mamuju, majene, poso, teluk dalam kalimantan timur, maluku, maluku utara hingga Sorong Papua. Alhamdulillah sudah banyak yang sukses.

Sukses di tanah rantau sebagai pengendon tangguh, bukan berarti mereka melupakan kampung halamannya. Justru sebaliknya. Sebagai perantau / pengendon terasa masih memiliki ikatan emosional satu dengan lainnya termasuk dengan semeton jari di Lombok.

Rasa sebangse sebagai anak-anak Lombok Mirah Sasaq Adi, kemudian membuncah dan menginspirasi mereka membentuk jejaring yang kemudian disepakati wadahnya bernama ASLI ( Aliansi Sasaq Lombok Indonesia ).

ASLI berkongres ( Sangkep Agung ) perdana di Mataram beberapa hari setelah lebaran topat 1443 H lalu. Pemban Gumi Sasaq Maminda Drs. HL Azhar beserta pemucuk wali paer Majelis Adat Sasaq ( MAS ) berkenan menyambut dan memberikan petuah petatah petitih bagaimana menjadi Tau Sasaq Sak Lomboq. Tetap kuatkan hablumminalloh dan hablumminannas dimanapun berada. Tetap jari tau Sasaq saq lomboq, pesan Miq Azhar.

Sambutan dan uluran tangan hangat dari penglingsir Sasaq mereka kenang dan ceritakan kesanak keluarga dirantauan. Delegasi Kongress ASLI, sungguh terkesan dan semakin bertekad meneguhkan jati dirinya untuk selalu menjaga marwah Sasaq saq lomboq. Mereka bahagia bisa bertemu Lalu Nasib, bisa nembang dan ngibing bareng, bisa saksikan secara live pepadu2 seperti selaq marong, rajawali angkuh, bebaloq bekerem, pelor mas, serawah chine, kian santan, arya dwipangga, angin halus, arya kamandanu, ombak tenang, cikar rarat, pecut karet dll yang dibawa Amaq Mila action saling empok padek di Taman Budaya NTB. Selama ini mereka hanya tahunya dari you tube.

Baca Juga:  Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia

Selama pulang kampung, mereka keliling Lombok. Mereka bangga dengan Islamic Centre, bangga dengan sirkuit mandalika dan destinasi2 pariwisata yg bagus. Mereka bangga dengan kemajuan2 pembangunan yg sdh dan akan hadir di depan mata. Mereka niat akan pulang ke lombok lagi hingga sebelum akhir menutup mata.

Diakhir Sangkep Agung I ASLI, Merekapun ikrarkan janji. Janji Bhakti, Sasaq jiwaraga kami !!!!

Wassalam – Gammara : 19.7.2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *