BNPT RI Teken Nota Kesepakatan Sinergisitas Pencegahan Terorisme dengan Pemkot Surakarta Untuk Cegah Intoleransi

Uncategorized540 Views

SOLO, LOMBOKEXPRES.ID– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dalam rangka menekan penyebaran paham intoleransi dan radikalisme.

Kali ini, BNPT RI dan Pemerintah Kota Surakarta menandatangani Nota Kesepakatan tentang Sinergisitas Pencegahan Tindak Pidana Terorisme guna meningkatkan nilai toleransi di Wilayah Kota Surakarta.

“Mudah-mudahan dengan nota kesepahaman ini tingkat toleransi bisa lebih baik lagi untuk Kota Solo (Surakarta) dan wilayah Jateng dan Indonesia,” ungkap Sekretaris Utama BNPT RI, Bangbang Surono, Ak., M.M., CA., di Solo pada Rabu (20/9).

Isi kerjasama yang dituangkan dalam Nota Ksepakatan Bersama tersebut terdiri dari pertukaran data dan/atau informasi dalam rangka pencegahan tindak pidana terorisme di lingkungan, sosialisasi pencegahan tindak pidana terorisme, pelindungan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sestama BNPT menambahkan, pihaknya selama ini telah melihat keseriusan dan dukungan dari Pemkot Surakarta dalam menyikapi masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Hal ini dilihat dari ranking toleransi Kota Surakarta terus mengalami peningkatan.

“Kami juga senang BNPT RI dapat dukungan dari Pemkot Solo terkait dengan penanggulangan terorisme, terbukti dari tahun ke tahun toleransi di Solo semakin membaik bahkan pengumuman dari setara institut menempatkan Solo yang semula rangking 9 sekarang rangking 4,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyebut daerahnya sangat peduli dan mewaspadai masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kepedulian tersebut menurut Gibran dapat terlihat dengan konsep pembangunan Kota Solo yang memberi ruang ekspreksi kepada warga Solo.

“Yang jelas di Solo ini memang sangat concern untuk masalah radikalisme masalah intoleransi dan sebenarnya sudah tercermin di beberapa titik prioritas pembangunan Kota Solo. Jadi pembangunan di Kota Solo itu pasti membuat konsep bangunan-bangunan ini memberikan ruang sebanyak-banyaknya untuk warga sebagai public space dan juga tmpat untuk mengekspresikan dirinya, jadi ini sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi yang namanya radikalisme, terorisme dan intoleransi,” jelasnya. (bnpt/red)

Baca Juga:  Pengerajin Kriya NTB Ikuti Workhsop Inkubasi Subsektor Kriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *