GUBERNUR “MOLAH”

Uncategorized746 Views

Oleh : Lalu Gita Ariadi

Pertengahan tahun 1986, datang seorang taruna AKABRI ke tempat kost kami. Jln Panjaitan 80 Betek Malang. Dari kejauhan kami ( kost bersama beberapa teman alumni Smansa Mataram 1984 ) belum bisa mengenali siapa gerangan taruna AKABRI yg datang itu.

Setelah kian mendekat betapa kami terkejut, terperanjat dan sangat kagum. Yang berdiri dengan tegap dan gagah dihadapan kami adalah sanakda Lalu Rudi Irham Serigede. Orangnya putih bersih. Inges. Badan tegap dan berotot. Bajunya licin. Kalau ada lalat yg coba2 nempel pasti akan tergelincir. Saking licin rupanya. Beda dengan kami yg hari-harinya pergi kuliah bercelana jeans dan berkaos.

Kami benar2 pangling. Karena sempat beberapa saat tidak bertemu. Lalu Rudi cerita lika liku hingga mampu menjadi taruna AKABRI. Kamipun cerita yg ringan dan lucu. Kisah2 anak kost pendatang baru di kota Malang.

Sambil ngobrol belauq bedaye, tiba2 ada yang setengah berbisik. Lalu Rudi ini, sangat cocok nanti jadi Gubernur kita di NTB. Kami terdiam dan manggut2. Nyaris tak satupun yg hadir saat itu membantah. Semua meng”iya”kan bahkan meng”aamiinkan”.

Ditengah gurauan itu, saya sempat nyeletuk. Kalo Lalu Rudi nanti jadi Gubernur, mudah2an saya bisa jadi Sekdanya. Karena ilmu saya yang alumni Administrasi Negara Unibraw. Mudah2an bisa jadi Sekda NTB seperti Drs. H. lalu Serigede – mamiknya Lalu Rudi, kata saya waktu itu.

Kurang lebih 20 tahun kemudian, Lalu Rudi Irham Serigede jadi Komandan Korem 162 Wira Bhakti dan Jenderal Bintang 1 di kampung halamannya. Saya, tepatnya tanggal 19 Desember 2019, alhamdulillah dilantik Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah sesuai SK yg ditanda tangani Presiden RI – Ir. H. Joko Widodo sebagai Sekda NTB. Sebagai Sekda Provinsi NTB, secara protokoler saya menggunakan mobil plat DR 6.

Baca Juga:  Peringati Hari Korban Terorisme Internasional 2023, BNPT RI: Kami Hadir dan Serius Perhatikan Para Korban Terorisme (Penyintas)

Suatu hari dalam perjalanan menggunakan DR 6, saya diingatkan sopir. Herman namanya. Mik, masih ingat cerita mobil dinas waktu pelinggih jadi Assisten Ekonomi dan Pembangunan dulu ? Spontan saya jawab ya. Saya masih ingat.

Ceritanya, sebagai Assisten Ekbang secara protokoler saya menggunakan mobil dinas plat DR 15. Sambil bercanda, saya sampaikan ke Herman agar hati-hati bawa DR 15 ini di jalan-jalan yg berlubang.

Dengan agak serius tapi sesunghuhnya bejorak, saya sampaikan bahwa ada 3 bahaya yg mungkin terjadi dari DR 15 bila bertemu jalan berlobang.

Pertama, di DR 15 bila angka 1 dan 5 bertumpuk ( di tambah ) bisa jadi 6. DR 6 itu mobil dinas SEKDA.

Kedua, dari DR 15 bila angka 1 nya jatuh, yg tertinggal angka 5. Saat itu DR 5, mobil dinasnya Wakil Gubernur.

Ketiga, dari DR 15, bila angka 5 nya jatuh maka yg tersisa adalah angka 1. DR 1 dari dulu sampai sekarang adalah mobil dinasnya Gubernur NTB.

Tanggal 31 Agustus 2023, pukul 15.00 Wib, Presiden Jokowi memimpin rapat TPA memilih 10 Penjabat ( PJ ) Gubernur yang Kepala – wakil kepala daerahnya berakhir bulan September 2023. Salah satunya NTB yang masa akhir jabatan gubernur – wakil gubernurnya jatuh pada tanggal 19 September 2023 yang akan datang.

Sesaat setelah rapat TPA berakhir, menyeruak berita melalui berbagai sumber bahwa PJ Gubernur NTB terpilih adalah Drs. H. Lalu Gita Ariadi MSi.

Sambil menjawab WA dan telpon yang masuk, di kamar Wisma NTB Jalan Garut nomor 5 Menteng saya teringat wajah Herman. Sopir yang telah 10 tahun setia mendampingi saya tanpa henti. Herman sopir yg pernah menyopiri saya dari DR 15, Promosi jadi DR 6. Dan sebentar lagi ikut promosi akan menyopiri DR 1.

Baca Juga:  Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Ajak Kembangkan Jurnalisme Berbasis Pancasila

Ribuan WA ucapan selamat telah saya terima. Ada yg sdh di respon ada yg belum. Tentu saya sangat bahagia dengan doa restu, perhatian, dukungan, simpati dan empati yang diberikan. Semua mendoakan dan berharap agar saya mampu mengemban amanah PJ Gubernur ini dengan khusnul khotimah.

Dari sekian banyak WA, saya tertawa dengan 1 kiriman WA yang menyebut jabatan PJ Gubernur ini dengan istilah Gubernur “molah”. Saya balik bertanya, kenapa di sebut Gubernur Molah ? padahal untuk menjadi calon yg diusulkan DPRD saja harus bersusah payah cari amplop dukungan dari berbagai organisasi?

Ya, itu tetap molah (gampang / ringan), dibanding jadi gubernur definitif yang harus siapkan visi, misi, gizi dan amunisi yg tdk sedikit dan belum tentu dapat. Kata teman itu sambil ngakak akhiri candaannya.

 

Wisma NTB

Jalan Garut 5 Menteng Jakarta. 1.9.2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *